Translate

Kamis, 16 Juli 2015

Sukses Cangkok Pohon Mangga dan Rambutan


Apakah kalian suka makan buah rambutan dan mangga? Kalau saya pribadi sih suka banget. Maka dari itu di halaman rumah saya ditanami pohon rambutan dan pohon mangga. Kan enak ketika musim rambutan bisa makan rambutan, dan kalau musim mangga bisa makan mangga. Makan juga bisa sepuasnya, dan yang penting gratis haha.

Saya pun kepikiran untuk memperbanyak pohon-pohon tersebut. Makanya ketika musim penghujan kemarin saya iseng-iseng mencoba mencangkok kedua pohon tersebut. Berbekal ilmu biologi tentang cara memperbanyak tanaman dengan teknik cangkok, dan dulu saya sudah pernah mempraktekkan mencangkok pohon jambu air milik tetangga dan sukses berakar. Pohon jambu air tersebut sudah saya tanam  di depan rumah, dan sekarang sudah besar.  Pohon tersebut pun tak perlu menunggu lama untuk mulai berbuah, sebab dalam hitungan bulan sudah berbuah. 

Apakah mangga dan rambutan bisa dicangkok, ya gak tahu juga sih, ya waktu itu saya hanya modal nekat mencangkok saja hehe. Hingga ketika musim kemarau datang, barulah saya cek hasil cangkokan saya. Dan ternyata saya sukses cangkok pohon rambutan dan pohon mangga. Cangkokannya terpantau berakar, usaha saya gak sia-sia. Mungkin kalian ingin mencoba mencangkok juga, tenang saya kasih tahu langkah-langkah cara mencangkok.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Siapkan alat-alat yang diperlukan yaitu: pisau, tali, plastik transparan (supaya kalau keluar akarnya keliatan), dan yang terakhir tanah (lebih bagus jika dicampur pupuk kompos).

2. Cari batang yang lurus minimal diameternya segede jari orang dewasa. Kemudian kelupas kulitnya sepanjang sekitar 8 cm, dan jangan lupa mebersihkan kambium nya dengan cara dikerok sampai kesat atau rasa licinnya hilang. Berdasarkan artikel yang saya baca, khusus untuk pohon yang bergetah banyak, setelah proses pengulitan diamkan selama sekitar 1 bulan, supaya lukanya kering dan getah sudah tidak keluar lagi. Karena getah dapat mengganggu proses cangkok sehingga menjadi gagal. Untuk pohon yang tidak bergetah yang penting kambiumnya sudah hilang tanpa perlu menunggu lama sudah bisa lanjut ke proses selanjutnya

3. Tempelkan tanah pada batang yang sudah dikelupas kulitnya sebagai media tumbuhnya akar. Sebaiknya tanah agak dibasahi supaya dapat menempel dibatang tersebut. Kemudian bungkus dengan plastik yang sudah kita siapkan tadi, lalu ikatlah dengan kuat. Setelah itu tusuk-tusuk plastik tersebut dengan lidi atau paku kecil yang bertujuan supaya air hujan atau air yang kita siramkan dapat meresap kedalam, dan juga supaya udara dapat bersirkulasi keluar masuk.

4. Jaga agar tanah pada cangkokan tidak kering dan juga tidak terlalu basah. Jika kita mencangkok dimusim kemarau siram lah cangkokan sehari sekali saja. Berbeda dimusim penghujan tak perlu kita repot-repot menyiram.

5. Dan langkah berikutnya tinggal kita tunggu saja sampai akar-akarnya keluar.



CANGKOKAN RAMBUTAN SUKSES BERAKAR
CANGKOKAN MANGGA SUKSES BERAKAR
CANGKOKAN MANGGA SUKSES BERAKAR

Minggu, 12 Juli 2015

Tabungan Tak Terduga






Memang dasar nasib sial datang di saat situasi dan kondisi yang sama sekali tidak tepat. Bagaimana tidak, saat itu saya sedang tidak bekerja alias nganggur. Dan pada saat itulah nasib sial datang. Ada saja orang yang cari nafkah dijalan yang salah, orang lagi kena musibah malah tambah disengsarain.

Pada saat itu saya sedang nuggu bapak saya yang sedang opname di rumah sakit. Dan karena sudah malam sayapun ingin tidur sejenak. Dan saat itulah hp saya hilang. Sebelum saya tidur hp saya, saya charger di atas tempat saya tidur, dan ketika bangun hp sudah hilang tak berbekas. Padahal hp sudah saya cas dan saya umpetin, tapi masih tetap hilang. haha nasib.

Berhari-hari gak pegang hp rasanya kaya sayur tanpa garam, Hambar. Tapi emang dasar momen hilangnya hp saya waktunya gak pas banget. Betapa tidak, saya lagi tidak kerja, tabungan sudah menipis, hehe asli tambah punyeng.

Hehe lalu saya teringat dengan kartu jamsostek yang dulu saya dapatkan ketika bekerja di perusahaan selama beberapa tahun. Yang bilamana masa keanggotaan sebagai anggota jamsostek sudah mencapai 5 tahun 1 bulan dan sudah tidak bekerja, saldonya bisa dicairkan. Hehe lumayan kan bisa buat modal.

Artikel ini sebetulnya hampir saja tidak saya posting. Itu karena kemarin ada perubahan peraturan dari pemerintah tentang pencairan dana JHT yang diberlakukan mulai 1 juli 2015. Gila bener. Kemarin saya hampir putus asa dibuatnya. Kemarin awal bulan juni 2015 saya datang kekantor BPJS untuk menanyakan kapan kartu Jamsostek saya bisa dicairkan, dan petugas pun menjawabnya dan bilang bahwa bisa dicairkan bulan depan alias mulai tanggal 1 juli sudah bisa dicairkan.

Nah bulan depannya tepat tanggal 1 juli, saya datang lagi kekantor Jamsostek dan mencoba mengklaim kartu Jamsostek punya saya, dan ternyata jawaban petugas sangat mencengangkan. Katanya ada perubahan peraturan pencarian yang di mulai tanggal 1 juli 2015 ini. Dan betapa kagetnya saya, padahal sudah menunggu 5 tahun 1 bulan, tapi malah peraturan masa tunggu untuk bisa mencairkan berubah menjadi 10 tahun, itupun baru bisa dicairkan 10% nya saja, sisanya pas udah berumur 56 tahun. Gila, sama aja bohong.

Tapi untung lah, karena banyak yang tidak setuju dengan peraturan baru yang dirasa sangat memberatkan kaum buruh akhirnya peraturan direvisi lagi dan JAMSOSTEK ketenagakerjaan saya akhirnya bisa dicairkan, meskipun harus bolak balik sebanyak 6 kali ke kantor BPJS. Haha perjuangan karena lagi ga punya duit.

Bagi yang ingin mencairkan kartu JAMSOSTEK atau BPJS ketenagakerjaan, silahkan datang langsung saja ke kantor BPJS ketenagakerjaan terdekat. Pelayanan ramah dan tanpa dikenakan biaya sepeser pun.

Dan akhirnya karena sudah cair saya bisa beli HP baru dan bisa menulis postingan ini. Hehe seperti "Tabungan tak terduga" saat dompet sekarat.